Tampilkan postingan dengan label puisi modern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi modern. Tampilkan semua postingan

contoh perbaitan puisi modern-tidak selalu dalam bentuk perbaitan teratur

contoh 1
(contoh dalam bentuk perbaitan tidak teratur)
 
“Nostalgia Angka Gila”
oleh : setiawan aji muhammad


Dan gila
                   Menghampiri

Karena      waktuku
                  
Tersita
          Untukmu


                                                Hilang

Otakku
                            
Untuk angka – angkamu

                  

         
Apa  jadinya
                            
Masa depan
         
Matematika   


contoh 2 
(contoh dalam bentuk paragraph yang pendek)
 
Angel of GOD

Angel of God farewell into the heavens above, for one so beautiful you cannot be hurt by fate. For in the eyes of the holder you were made by the molder.

by : Joe Sandefur 



contoh 3
(contoh perbaitan biasa/yang lazim)


Yang Terampas dan Yang Putus

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu

di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949

perbaitan puisi modern - tidak selalu dalam bentuk bait

Puisi modern adalah puisi yang benar-benar bebas. Hal inilah yang selalu saya tekankan kepada pembaca.

 Aliran puisi ini lebih menekankan isi ketimbang bentuknya. Bentuk yang dimaksud di sini misalnya aturan-aturan yang mengikat seperti perbaitan, rima, dan aturan-aturan dalam puisi-puisi bentuk lama.

Pada kenyataanya, puisi modern tidak mempunyai batasan perbaitan yang mengikat.
Contohnya; dalam satu bait tidak dibatasi berapa jumlah barisnya, genap atau ganjilkah jumlah baris tersebut, dan juga tidak dibatasi jumlah bait itu sndiri.

Memang sampai sekarang puisi masih lazim ditulis dalam bentuk bait-bait, akan tetapi, itu tidak menjadi harga mati cara penulisan puisi. Ada juga puisi yang ditulis melingkar dan ada juga puisi yang ditulis tidak teratur. Yang seperti ini biasanya menonjolkan keindahan/seni dari bentuk penulisan tersebut. Atau ada juga yang menyembunyikan maksud puisi dalam bentuk penulisan yang tidak teratur.

Selain kedua bentuk yang tidak lazim diatas, ada juga puisi yang ditulis dalam bentuk paragraf. Biasanya puisi seperti ini adalah puisi-puisi pendek yang panjangnya hanya satu paragraph.

Karena belum lengkapnya ketersedian bahan contoh, mungkin pada kesempatan yang lain saya akan mencoba untuk memposting contoh bentuk perbaitan modern (sebagai artikel pendukung pada materi yang diangkat dalam artikel ini).

Jadi intinya, puisi tidak selalu dijumpai dalam bentuk bait-bait, tapi bisa juga dalam bentuk bentuk lain, tergantung kemauan penulisnya. Sekali lagi saya katakana;”puisi modern adalah bebas”.


puisi modern


Puisi Modern

Puisi adalah seni. Dan tentang puisi modern, saya punya 3(tiga) kalimat pendek untuk menggambarkannya. Kalimat itu adalah;
–    Puisi itu indah,
–    Puisi itu bebas, dan
–    Puisi itu luar biasa.

1. Puisi itu indah
Semua kata – kata dan kalimat yang indah adalah puisi.
Tetapi puisi itu bukanlah hanya yang indah – indah saja, karna puisi itu bebas.

2. Puisi itu bebas
Tidak ada suatu ruang ataupun hal-hal lain yang membatasi puisi(modern). Temanya dapat bebas berupa apa saja. Semua orang bebas menulis, mendengar, dan membacanya.

Terkadang kita tidak menyadarinya, tetapi dengan asas “bebas”, puisi itu ada di mana-mana.
Puisi ada dalam ungkapan cinta di hari valentine dan juga hari-hari yang lain..
Puisi ada dalam surat cinta dan sms-sms cantik.
Puisi ada dalam kitab-kitab tuhan.
Puisi ada dalam potongan dialog film-film layar lebar.
Puisi ada dalam lirik-lirik lagu yang dinyayikan.
Puisi ada dalam buku-buku dan kumpulannya.
Puisi ada dalam bengkel teater.
Dan tidak menutup kemungkinan, puisi ada dalam resep masakan ibu rumah tangga di dapurnya.

Puisi itu bebas. Tidak terikat.
Puisi tidak harus selalu berada dalam batasan tepi-tepi kertas.
Puisi bisa juga berupa kalimat yang dilontarkan secara spontan walaupun tak sempat dituliskan.

Puisi yang baik adalah puisi yang memiliki arti, tetapi tidak harus selalu begitu.

3. puisi itu luar biasa
Hampir sama seperti wujud karya seni lainnya, untuk berpuisi dibutuhkan modal yang besar. Modalnya teramat mahal. Tapi tuhan telah berbaik hati untuk memberikan modal itu kepada setiap insan-Nya. Modal yang berharga itu adalah hati.
Sedangkan panca indra adalah modal tambahan sebagai pelengkap yang akan sangat membantu dalam pembuatan puisi.

Tidak harus selalu ada kertas dan bulpen, tidak harus selalu mempunyai dua tangan, bahkan tanpa kedua mata pun, seseorang dapat berpuisi dari hatinya, lalu mengucapkan dari mulutnya.

Inilah yang menjadikan puisi itu luar biasa.

NB : Walau demikian, panca indra tetaplah suatu anugrah yang sangat berguna dan sangat membantu untuk menelurkan/melahirkan karya-karya puisi yang fenomenal.
–    Dengan mata kita bisa melihat alam ciptaan tuhan yang begitu indah.
–    Telinga akan membantu kita untuk mendengar kicauan burung yang merdu dan mendengar jeritan saudara-saudara kita yang kesusahan.
–    Kulit akan membantu kita merasakan lembutnya angin dan dinginnya malam.
–    Hidung akan membantu kita mencium wanginya bunga-bunga yang bermekaran.
–    Mulut kita akan membantu meneriakkan suara hati lewat puisi.
–    Dan tangan kita, akan akan membantu menulis karya-karya dalam kertas, sebagai pusaka yang tak pernah mati dan tak pernah hilang yang akan seelalu di kenang.

Cat :
Sebagian isi dalam artikel ini telah diubah menjadi puisi oleh pemilik situs ini (Muhammad Aji Setiawan).
Untuk menghargai karya penulis, pengunjung yang meng-copy isi artikel ini diharapkan mencantumkan link alamat situs ini, http://ajijava.com